April 17, 2011

SEAGAMA, MESTINYA SALING MENDUKUNG BUKAN MENGHANCURKAN

Saya paling tidak suka ketika menemukan kata menggurui. Meskipun dalam resensi... atau apapun. Entah kenapa meskipun tulisannya mengemukakan semisal : buku ini enak dibaca dan tidak menggurui.

Atas dasar apa orang mengatakan menggurui dan tidak menggurui.

Sungguh bagi saya masalah bahasa itu cukup mengganggu. Sesuatu terlihat menggurui dan tidak menggurui tergantung pada kebijaksanaan kita dalam memandang sesuatu.

Baik ngga bagi kita?
Selama itu ngga bertentangan dengan tuntunan hidup kita tentu kita berhak mengambil itu sebagai kebenaran yang kita yakini.

Kalau ngga baik bagi kita, tinggalkan...
Kalau baik, boleh ambil boleh tidak

Tidak sepakat itu biasa namun sebaiknya ngga usah menggunakan debatan kata-kata yang tidak bertanggung jawab dan dangkal seperti : sok suci, sok menggurui, sok menghakimi dan lain sebagainya...

Terlebih hal itu diucapkan ketika saudara seagamanya menyampaikan kebenaran yang sesuai tuntunan. Sangat aneh dan memiriskan. Sungguh saya tidak tahan sekali untuk mengkritisi melihat sebuah status mengingatkan yang sangat bisa diambil makna pelajarannya, status seseorang dalam friendlist saya, terpampang di beranda sementara komentar-komentar berderet bersikap kontra. AH!!! Semoga Allah tidak mengunci mati hati kita dari ilmu. Amin.

12 comments:

  1. benar juga. orang yang bilang orang lain 'sok menggurui' itu justru terkesan angkuh ya. kan mereka cuma mau berbagi, mana bisa kita mengujur niat orang lain.
    semoga kita diijinkan uhan untuk terus belajar dari siapa saja di mana saja..

    ReplyDelete
  2. biarpun tidak seagama juga harus saling mendukung toh. selama itu baik

    ReplyDelete
  3. benar sobat, tolong menolong dalam kebaikan, karena hidup tak bisa sendiri

    ReplyDelete
  4. saya sepakat dengan "Sang Cerpenis bercerita"...

    ReplyDelete
  5. @ayel bertuah
    tentu saja bang ayel namun saya sedang tidak menyinggung toleransi disini. harap dinilai dari sisi yang sedang saya bahas. bukan sisi lain yang bisa menyebabkan rancu.

    ReplyDelete
  6. sebenernya yg bilang sok itulah yg sok. hahaha

    ReplyDelete
  7. pemikiran umat memang sedang dikacau balaukan oleh sekelompok orang yang tak suka islam, kembali ke fitrah & ketuntunanNya jalan yg utama..

    ReplyDelete
  8. mungkin mereka belum dapat hidayah mbak....
    tapi nasehat-menasehati harus tetap berjalan, dan bersabar.. sambil mendoakan. Keep dakwah ya, semampu kita... sambil mengamalkan juga..

    nggak ribet tho mbak punya 3 blog, (perannya khan beda-beda)?????

    ReplyDelete
  9. sungguh alangkah baeknya bila kita hidup rukun bersama :)

    ReplyDelete
  10. saat ini rasanya toleransi sudah berkurang di Indonesia

    ReplyDelete
  11. Ambil kalimat yang terakhir.
    Semoga Allah tidak mengunci mata hati kita dari ilmu, agar kita bisa menerima kebenaran dengan baik.

    Salam.. .

    ReplyDelete