December 1, 2011

Jujur

Salah seorang sahabat saya mengatakan bahwa dia lebih suka melihat saya di dalam sini. Karena saya jadi lebih jujur.
Tinggal dalam blog yang terlalu banyak penonton yang memperhatikan apa saja yang saya ceritakan sepertinya tidak semudah itu.
Semakin lama seolah saya jadi berusaha menjaga perasaan pembaca saya. Dan mungkin juga perasaan orang-orang dalam dunia saya. Seolah saya sudah tidak memiliki kebebasan menulis yang sama seperti dulu. Bahwa saya cuma sedih, bahwa saya cuma ketakutan dan kadang bisa merasa sangat sendirian serta kesepian yang bercampur baur.
Bagaimana jika suatu saat akan lebih banyak manusia lagi yang mengenal saya?
Sepertinya akan susah berada pada ruang itu.
Siapapun butuh space, apalagi saya. Mestinya butuh yang benar-benar lebar juga.

Kemudian blog yang ini timbul dari rasa campur baur itu. Bahwa saya butuh melimpahkan limbah hati yang tidak berguna untuk merasa tenang. Sudah tidak ada lagi ruang yang tersisa bagi pengkomentar anonim.

Saya tidak menyukai mereka..
Saya juga tidak menyukai orang-orang yang sok tahu dengan perasaan saya, apa saja yang terjadi dalam dunia saya. Diamlah.


Ini saya. Jangan lihat saya jika kalian tidak suka.
Karena saya juga tidak menyukai kehadiran kamu, kamu dan kamu yang tidak sopan. Bahkan menghardik pun kecut, benar-benar bernyali ciut.
Jadi tidak apa-apa dengan siapapun yang tidak menyukai saya.