September 23, 2017

MAMPIR KE STAND PERTAMINA DI GAIKINDO INDONESIA INTERNATIONAL AUTO SHOW (GIIAS) SURABAYA


Long weekend nih, sudah tau mau kemana menghabiskan libur yang lumayan panjang ini? Kalau saya sih nggak bingung mau kemana, soalnya di Grand City ada event Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017.

Belum tahu event apa sih GIIAS itu? Jadi GIIAS merupakan event automotif yang diselenggarakan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) yang dihadiri oleh berbagai vendor di seluruh penjuru dunia. Nah saya termasuk salah satu dari sekian banyak orang yang turut berjubel untuk datang ke event tersebut.

Menurut kamu, kalau kendaraan tanpa bahan bakar bisa tetap berfungsi dan kita manfaatkan nggak sih? Sudah pasti jawabannya ya nggak bisa dong. Jadi saya kemarin mengunjungi stand pertamina yang terletak di bagian pojok kanan GIIAS, meskipun pojok areanya cukup lebar bahkan ada semacam panggung kecil dan layar besar untuk presentasi juga. Di stand Pertamina saya mendapatkan banyak sekali insight, mengenai bahan bakar terutama. Jadi bakalan ada SPBU talk dimana kita bisa menyaksikan presentasi produk Pertamina berupa SPBU dan gelaran tanya jawab untuk memuaskan keingintahuan kita tentang Pertamina dan inovasi-inovasinya.

Sebelum SPBU talk juga ada simple dance dari Pertamina Angels loh.

Dalam SPBU Talk terdapat banyak sekali pengetahuan baru buat saya, seperti:

SPBU milik PT. Pertamina atau bukan
Beberapa hal yang menjadi perhatian saya adalah bahwa pertamina memiliki SPBU dengan dua kriteria dan ada pembedanya. Jadi SPBU yang biasa kalian temui dipinggir jalan itu ternyata nggak selalu milik Pertamina, ada dua kemungkinan. Yang pertama SPBU tersebut merupakan milik PT. Pertamina dengan nomor registrasi 5.1.XXXX dan yang kedua SPBU dengan kepemilikan bukan PT. Pertamina memiliki nomor registrasi 5.4.XXXX.

Fenomena Pertamini
Siapa yang tidak tau fenomena adanya pertamini ini? Pertamini adalah berupa kios bahan bakar kecil-kecilan yang biasanya dimiliki oleh warga secara pribadi. Kalau sewaktu-waktu bensin habis dan kita belum bisa ketemu SPBU, Pertamini jadi alternatif agar kendaraan kita nggak berhenti dijalan. Saya pertama kali menjumpai pertamini ini adalah ketika berada di kota Bandung. Saat itu sedang liburan dan melewati salah satu pertamini. Unik tetapi sedihnya pertamini bternyata bukan bagian dari Pertamina, meskipun memiliki nama yang mirip. Sehingga PT. Pertamina tidak ikut dalam pengawasan dan kontrol terhadap bahan bakar yang dijual oleh Pertamini. Jadi kalau ada perbedaan harga, kualitas dan kuantitas, PT Pertamina tidak memiliki tanggung jawab atas keluhan tersebut.

Pasti Prima
Mungkin baca merasa aneh dengan kata “pasti prima”. Jadi awalnya PT. Pertamina berusaha untuk memperbaiki pelayanan dalam rangka memuaskan konsumen dengan meng-upgrade sistem menjadi Pasti Pas. Langkah ini diambil Pertamina seiring dengan masuknya kompetitor asing di Indonesia seperti Shell, Total, Petronas yang menilai bahwa pasar konsumen bahan bakar di Indonesia sangatlah menjanjikan.

Pasti Pas dalam artian pas pelayanannya, pas takarannya, pas kualitasnya. Seiring dengan berjalannya waktu Pertamina mengadakan survey marketing yang hasilnya cukup mengejutkan. Bahwa kebutuhan masyarakat untuk SPBU sudah bergeser. SPBU diharapkan menjadi tempat singgah sementara atau rest area yang memadai selama berada di tengah perjalanan. Tidak hanya takaran, kualitas bahan bakar dan pelayanan, tapi juga adanya ATM, toilet yang bersih, musholla yang layak, minimarket serta resto/cafe. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat itulah Pertamina membangun SPBU Pasti Prima dengan fasilitas yang jauh lebih lengkap dan kualitas pelayanan yang lebih baik.





Cashless
Dewasa ini campaign mengenai cashless semakin marak. PT. Pertamina tak ketinggalan ikut berpartisipasi dalam program cashless dengan memberikan kartu My Pertamina Loyalty Program yang kebetulan launching saat event GIIAS 2017. Beberapa benefit dapat dinikmati jika memiliki My Pertamina Loyalty Program seperti membayar pertamax seharga pertalite dan lainnya. Selain My Pertamina Loyalty Program, PT. Pertamina bekerja sama dengan Bank Mandiri untuk menerbitkan credit card dengan logo PT. Pertamina yang memiliki beberapa benefit menarik.

Pertamina GO

PT. Pertamina memiliki aplikasi bernama Pertamina GO (bukan Pokemon GO) yang berfungsi sebagai pemberi informasi mengenai letak pom bensin terdekat dengan lokasi kita dan kemudahan lain untuk pengguna dalam memperoleh informasi terkait SPBU Pertamina. Jadi semisal kita sedang dalam perjalanan jauh dan butuh untuk mengisi bahan bakar secepatnya atau membutuhkan tempat untuk istirahat sejenak, kita bisa menggunakan aplikasi ini melalui smartphone.

Selain mendapat pengetahuan dalam SPBU Talk, PT. Pertamina memberikan gambaran mengenai perbedaan bahan bakar yang dijual, promo menarik yang dapat diikuti seperti ganti oli, mencoba bermain di simulator challenge dan photobox.




Untuk mencoba simulator challange, kita harus upload foto di instagram terlebih dahulu dengan topik Pertamina GIIAS 2017 Surabaya terus bisa nyobain deh. Saya sebenernya kepo berat dan pengin nyobain main tapi kok nggak kuat sama antriannya yang bejibun, lagipula banyak anak-anak yang lagi antri. Daripada rebutan main sama bocah, ya sudah lah nonton dan fotoin aja :D

Menarik kan? Sangat disayangkan kalau kalian nggak mampir ke stand PT. Pertamina di GIIAS Grand City Surabaya ini. Untuk datang ke event ini, kamu harus membeli ticket terlebih dahulu kemudian di pintu masuk, petugas akan memberi stampel ditangan kamu dengan tekstur unik seperti gel yang langsung kering dan ketika diperlihatkan ke sensor akan keliatan. Jadi nggak perlu ngerasa risih pada bekas stempel yang lama membekas di tangan bahkan setelah kita keluar dari acara dan hangout di mall. Keren ya :D 

Penasaran? Yuk main ke GIIAS 2017!

1 comment:

  1. Saya udah pernah baca juga tuh mbak tentang cara membedakan SPBU milik PT. Pertamina dan yang bukan. Wah saya jadi pengen datang ke event itu untuk introgasi langsung PT. Pertamina apakah benar ada perbedaan speed 1, 2, dan 3 saat mengisi bahan bakar hahaha :))

    Terima kasih atas sharingnya mbak :D

    ReplyDelete