June 15, 2017

POTENSI SURABAYA DALAM INDUSTRI KREATIF FUSSION FOOD

pic source: pinterest
Bisa dibilang saya merupakan pendatang di Kota Surabaya. Saya menjadi warga Surabaya karena ikut suami yang asli dan tinggal di Surabaya sih. Surabaya sendiri sebelum saya tinggali dengan status sebagai warga, sebelumnya Surabaya merupakan kota dimana saya mencari pekerjaan dan menjalani tugas saya sebagai karyawan setelah Jakarta sebagai kota pertama tugas pekerjaan saya. Jadi Surabaya bukan merupakan hal baru untuk saya.

Hal yang biasanya membuat rindu akan suatu kota itu apa sih? Kalau saya selalu rindu suatu kota beserta makanannya. Misalkan ketika saya pulang ke kampung halaman, hal pertama yang terlintas dipikiran saya adalah rajungan, ayam kampung, dan cumi buatan tante saya ataupun beli di warung. Nah kalau di Surabaya ini yang saya rindukan adalah cap jay yang dekat kosan dimana saya dulu ngekos sebagai tempat istirahat ketika mencari kerja. Selain cap jay ada bebek sayeki yang sampai sekarang saya saya masih cukup sering mampir untuk makan karena bebeknya yang gurih, sambelnya yang enak dan boleh nambah-nambah.

Apa sih yang berbeda dari Surabaya beberapa tahun yang lalu dengan sekarang? Tata letaknya jauh berbeda. Sekarang Surabaya menyuguhkan sudut-sudut taman yang asri dan ramah anak. Dan akhirnya penggusuran pusat lokalisasi yang digantikan dengan pusat pembuatan kerajinan tangan yang bisa menjadi buah tangan ketika berada di Kota Surabaya. Yang bikin saya salut dalam program penggusuran ini adalah, mereka juga mendapat modal usaha dan pelatihan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lho.

Tidak diragukan lagi, perekonomian di Surabaya digerakkan oleh industri kreatif. Seperti salah satu contoh yang telah saya sebutkan tadi, industri kreatif dibidang seni. Namun saya akan lebih berfokus pada industri kreatif dibidang kuliner. Industri kreatif dibidang kuliner untuk Kota Surabaya sangat berkembang pesat. Mau sambal enak ada sambal bu Rudy, mau tahu tek atau tahu telor ada Pak Jayen, mau es krim rasa classic yang homemade ada Zangrandi. Beberapa tempat yang telah saya sebutkan itu merupakan tempat makan yang legendaris di Kota Surabaya. Teman-teman yang sebelumnya belum pernah kesini pasti pengin mampir ke tempat-tempat kuliner tersebut.

Lalu darimana letak berkembang pesatnya? 
Kita tahu bahwa jenis kuliner di Surabaya macam-macam dan sangat kaya, ada percampuran budaya arab dan madura selain kuliner asli jawa timur sendiri disini. Makanan tradisional di Surabaya juga banyak seperti jenis-jenis yang sudah saya sebutkan diatas.

Makin kesini saya perhatikan kreatifitas dalam inovasi kuliner untuk menciptakan fussion food sangat gencar. Fussion food adalah makanan tradisional yang dalam proses inovasinya diolah dan disesuaikan dengan pasar modern dan sesuai dengan lifestyle masyarakat baru-baru ini. Memang fussion food sendiri adalah jenis kuliner baru yang tidak bisa dikategorikan jenis kuliner yang telah ada selain fussion food sendiri.

Tapi kita pasti sepakat bahwa banyak jajanan atau kuliner jaman dulu yang sudah tidak lagi eksis karena pergeseran gaya hidup masyarakat saat ini. Nah berdirinya brand-brand kuliner yang mengusung konsep makanan tradisional dengan inovasi pengolahan dan rasa 'kekinian' yang ditawarkan menjadikan jajanan dan makanan tradisional kembali diminati oleh masyarakat modern dari berbagai kalangan termasuk anak mudanya.

Berkembang pesatnya industri kreatif di Kota Surabaya terletak di bersatunya para penggerak industri kreatif dibidang kuliner dalam UMKM Bergerak. UMKM Bergerak merupakan kumpulan UMKM dibidang kuliner di Kota Surabaya yang saling mendukung satu dengan yang lainnya.

UMKM Bergerak mewadahi siapapun pelaku bisnis kuliner, untuk persyaratan menjadi member dan yang lainnya sepertinya bukan kapasitas saya untuk menjelaskan. Namun sebagai pihak ketiga sebagai pengamat, UMKM Bergerak menjadi promotor para UMKM dalam mendukung dan memotivasi para penggiat perekonomian di Kota Surabaya ini untuk terus maju. 

Beberapa pelaku usaha yang tergabung disini dan menurut saya termasuk dari usaha fussion food adalah adalah bebek pak joss, kuweh tjangkir, gorengan girang, pentol gila, kue lumpur enaque, fruizzy salad, toko oleh-oleh biliton45, pentol mbois, kue lapis Surabaya, majelis mie dan banyak lagi vendor-vendor yang tergabung dalam UMKM Bergerak. Hebatnya walaupun memiliki ide bisnis atau core bisnis yang sama, mereka tidak ragu untuk membantu dan memotivasi sesamanya melalui promosi-promosi yang mereka posting di instagram sebagai bentuk dukungan.

Salah beberapa contoh diatas merupakan contoh bagaimana Kota Surabaya mengembangkan diri dalam membangun industri kreatif dan menjadi kota yang menginspirasi. Bagaimana mengubah suatu paradigma tidak baik menjadi sesuatu yang positif dengan hadirnya rumah kreatif di gang dolly yang bisa menjadi mata pencaharian baru yang bisa menggerakkan perekonomian gang dolly. 

Selain itu yang menjadi daya tarik bagi wisata Kota Surabaya dengan adanya mengalihfungsian, wisatawan akan datang mengunjungi gang Dolly dengan tak lupa membawa buah tangan hasil karya warga. Disisi lain para pelaku bisnis mendukung roda perekonomian dengan saling mendukung dan memotivasi antar pelaku bisnis tidak memandang golongan atau kelompok karena kita semua arek Suroboyo dan saudara jadi tidak alasan untuk saling sikut. Keren banget ya...

Ngomong-ngomong sudah tahu belum kalau tahun ini adalah tahun ke 60 sejak berdirinya Astra. Dengan usia yang tidak bisa dibilang muda, banyak inspirasi 60 tahun ASTRA yang kudu kita tahu karena sangat inspiratif untuk pembangunan negeri yang lebih baik. 

Seperti yang kita tahu, saat ini Astra Internasional adalah holding company yang memiliki banyak anak, cucu bahkan cicit perusahaan dengan berbagai lini bisnis yang tersebar di seluruh Indonesia. Berfokus pada otomotif awalnya, kemudian memproduksi dan menyediakan sparepart, asuransi, pertambangan dan banyak lini bisnis lainnya yang kesemuanya well known.

Banyak teman saya yang bekerja di perusahaan ini, setiap kali ketemu dulunya sih... kami sering bahas soal kerjaan masing-masing dan company culture di perusahaan tempat kami bekerja. ASTRA adalah perusahaan swasta, bukan milik pemerintah, namun semangat nasionalisme yang dijunjung tinggi benar-bener layak diacungi jempol.


Program-program CSR ASTRA juga bagus-bagus banget lho. Mereka banyak berkontribusi di sektor pendidikan, lingkungan, kesehatan dan pembinaan UMKM. Untuk sektor pendidikan Astra mengalokasikan dana untuk beasiswa, sekolah binaan dan pembinaan guru. Sektor lingkungan, ASTRA menyelenggarakan program penanaman pohon dan pembudidayaan mangrove. Disektor kesehatan, ASTRA menyelenggarakan program Mokesa, pembinaan posyandu dan penyediaan kantong darah. Program pembinaan UMKM hingga penyerapan tenaga kerja untuk banyak UMKM yang dibina juga diperhatikan.

Memang sejak awal berdiri, visi ASTRA adalah menjadi inspirasi pembangunan, sehingga tidak hanya berfokus pada profit perusahaan yang bisa dinikmati karyawan dan semua stakeholdernya namun juga pembangunan yang lebih luas dipenjuru negeri.

Tulisan ini diikutkan dalam lomba Inspirasi 60 tahun ASTRA: SATU Indonesia berbagi



1 comment:

  1. Gercep banget kakaaa.. aku belum dapet ide, huhu

    ReplyDelete