Featured Post

CARA MENGISI DAYA POWER BANK YANG BENAR

February 15, 2011

I'M TOTALLY AGAINTS IT.

Hari kemarin lambang Google kewanitaan sekali... benar-benar membuat saya kaget. Warna merah dan hijau serupa warna natal dengan tanda hati sebagai pengganti salah satu huruf O-nya. 

Menurut saya valentine bukan cuma budaya yang tidak layak diadopsi di Indonesia, terutama untuk orang yang menamakan dirinya muslim. Namun juga sesuatu yang begitu tidak dewasa di mata saya, tukar-tukaran cokelat, hadiah, boneka adalah sesuatu yang cuma pantas dilakukan ketika kita masih SMP, ketika kita masih dalam masa-masa ababil dan alay.. Dimana hari valentine adalah segalanya. Bagi saya valentine adalah coklat, dan coklat full gratis hari itu dibagi-bagi oleh yang dapat banyak (ngga, saya ngga pernah dapat kecuali dari teman baik yang tentu saja cewek).

Dan SMA sudah merupakan peningkatan kesadaran akan apa yang tidak sejajar dan apa yang sejajar. Dalam SMA saya, sejak saya kelas satu pemahaman hari valentine benar-benar digalakkan.. terutama dalam sebuah majalah dinding muslimah penuh dengan artikel-artikel pemahaman mendalam dan komik strip yang menyindir dalam bentuk lucu (buatan saya, yang saat itu belum semenohok sekarang dalam urusan pikiran berupa tulisan *abaikan ini bukan kebanggaan). Paham yang melekat sampai sekarang tidak berhubungan dengan dogma, tapi lebih kepada alasan-alasan yang dapat saya terima dan sangat rasional.

Lagipula perayaan hari valentine juga semakin bergeser dari masa ke masa. Yang katanya kasih sayang sudah menjurus jurus ke arah ketidaksenonohan. Pencekokan valentine bagi remaja selain tidak baik untuk kondisi keuangan mereka juga tidak baik(semasa SMP dulu ada teman yang menghadiahkan kotak musik kepada pacarnya yang berharga mahal -- mengundang decak mengingat pemberinya anak bercelana biru) namun juga tidak baik dari segi pengaruh pergaulan berlebihan yang sudah berada diluar kontrol orang tua ketika si anak sedang tidak di rumah.

Saya pikir sudah cukup jelas.. tapi tentu saja pikiran saya lagi-lagi tidak sama dengan orang-orang disekitar saya. Hari ini seolah berisik semuanya sedang pamer akan hadiahnya ini dan itu -- sesuatu yang lucu dan mengundang senyum miris bagi saya. Arh, sudah gede belum sih? -- dan saya memilih diam seperti biasanya meskipun ngga sepakat. Memilih pergi dari kerumunan itu daripada mulut saya mulai menusuk tidak bisa dikendalikan. Yang menurut saya begitu waste diobrolin dapat hadiah ini dan itu, saya ngga ingin. Saya tidak iri karena hadiah bagi diri saya sendiri setiap hari adalah orang-orang yang dekat dan berpikiran yang sama dengan saya pada hal-hal prinsipil. Kalau saja saat itu adalah sesi diskusi formal dan tempat itu adalah ruang diskusi, mau rasanya saya membabat habis kesalahan paradigma seperti itu.... 

Toh terlepas dari kelucuan miris itu toh mereka sudah berusia dewasa, dan banyak diantaranya yang lebih tua dari saya.
Semestinya pasti ada alasan, mengapa harus hari ini.. Kalau mau kasih hadiah kenapa harus menyerahkan pada hari ini. Merayakan atau ngga, tapi memilih hari ini sebagai hari penyerahan coklat atau hadiah lain adalah bentuk keikutsertaan pada perayaan dengan pengecualian kado ulang tahun atau sesuatu yang lain yang memang secara tidak sengaja terjadi pada hari yang sama.

You all, celebrate your vals day.
Saya akan merayakan hari besar kemerdekaan berpikir. Saya tidak sebangun. Pikiran saya begitu teriritasi hari ini, dan postingan Om Iwan yang ini berhasil meredam itu. Terima kasih banyak ulasan lengkapnya Om Iwan http://amriawan.blogspot.com/2011/02/hari-valentine-google-doodles.html

different side always have an enemy. berpikir berbeda, bersikap tidak sama dengan yang 'umum', unik.. apalagi cenderung nekat, selalu ada pencegahan. selalu ada pemblokiran. diamlah! kata mereka. tapi saya sepakat penuh, pengiyaan total dengan sisi berbeda ini.

it's exactly a lil mad at the middle night :D yah yang penting sudah tidak ada lagi marah yang merebak-rebak di dalam yang membuat saya tidak nyaman. Dan anda tuan atau nyonya anonim yang kadang di postingan tertentu sengaja menggunakan anonim karena mempost komen superpedas tapi NGGA BERANI mencantumkan nama... monggo ngerusuh.. saya baca semuanya kok.. meskipun saya sama sekali tidak merespect ketidakberanian anda.

7 comments:

  1. Nindaa. Kok blognya pindah? Yang kemaren itu kenapa? Maaf, OOT :)

    ReplyDelete
  2. namanya juga produk kapitalis..
    pasti ada yang diuntungkan, salah satunya produsen coklat,...
    konsumtif...konsumtif...

    ReplyDelete
  3. saya juga gak ikut2an palentin tapi kalo ada yang ngasih hadiah saya gak mungkin menolak

    ReplyDelete
  4. heheheheheh.....good thinking sist!!!
    yah punya pemikiran yang berbeda dengan orang lain bukan berrati salah kan!!!! keep your mind ya?!?!!

    ReplyDelete
  5. @Archer:

    kalau hadiahnya berupa tonjokan ,gimana :P

    ReplyDelete
  6. wah aku ga tau tuh logo google yang itu..kenapa ga di screenshoot aja biar aku tau.. :|

    ReplyDelete
  7. Kadang aku suka bahasa mu yg meletup letup tapi nyampe ke hati gini nin
    Aaaarggg baru nyadar ada blog ini, dan lagi lagi akuh suka
    Ahaha

    ReplyDelete