Featured Post

REVIEW: DITSY NIGHTGOWN - DASTER RASA GAMIS

August 30, 2016

WUJUDKAN KEBEBASAN FINANSIAL KELUARGA DI MASA DEPAN DENGAN INVESTASI

"Kita harus mikirin kebebasan finansial di masa depan deh," kata suami, suatu hari sepulang kerja.
"Eh? Kok tiba-tiba," tanya saya, memandang dia penuh tanya.
Saya tahu dia bukan orang yang penuh euforia ketika sedang tertarik dengan sesuatu, apapun itu termasuk maraknya penawaran investasi dengan iming-iming berbagai keuntungan.
"Just in case sih...,"
"Terus mau investasi dimana?"
"Jadi tadi sempat ditawarin teman untuk investasi di kantor dia, perusahaan investasi dan trading gitu. Makanya nanya-nanya pendapat kamu,"

Pernyataan dan pertanyaan dia barusan tentu sudah dipikirkan dan diolah sekian lama sebelum menjadi topik pembicaraan kami. Dulu saat dia mengetengahkan pentingnya asuransi kesehatan bagi kami juga diawali dengan pembicaraan yang serupa. Topik itu dia bicarakan juga bukan asal karena misalnya semua orang yang dia kenal memakai asuransi tambahan yang dibayarkan mandiri, namun justru lebih dari itu. Suami sebagai tenaga medis sering sekali menjumpai kasus di tempat kerjanya tentang masalah asuransi. Antara biaya berobat di rumah sakit yang tinggi, fasilitas berobat yang butuh lengkap dan bahkan asuransi yang promosinya bagus tapi justru banyak pengecualian, tidak menanggung semua kebutuhan pemilik premi dalam menjalani pengobatan.

Dan sekarang soal investasi. Bukannya saya tidak setuju, sebagai orang yang cukup lama bekerja di bidang keuangan sebuah perusahaan saya juga mikirin itu sejak lama, namun berhubung saat ini sebagai ibu rumah tangga ya tentu semuanya harus atas izin suami.
Tapi biar semuanya jelas, saya pikir kita memang harus ngobrolin ini lebih detail.

ilustrasi: pribadi dan poems.co.id

Kondisi keluarga kecil kami saat ini adalah suami bekerja dan saya ibu rumah tangga, saya tahu apapun itu setiap kemungkinan buruk yang mungkin terjadi, maka jangan sampai itu timbul. Ya siapa juga sih yang pengin resiko atau kemungkinan terburuk muncul? Tapi saya yakin setiap orang hidup dengan resiko, resiko kesehatan, jaminan hidup dan masa depan yang penuh ketidakpastian. Dalam hal ini kami sama-sama tipe orang yang selalu mengestimasi kemungkinan terburuk dan mempersiapkan penanggulangannya sedini mungkin. Karena itu investasi masuk dalam prioritas kami, salah satu tujuannya untuk mewujudkan kebebasan finansial kami di masa depan. Karena kami juga memiliki impian dan keinginan-keinginan yang untuk saat ini belum dapat terwujud.


Investasi nambah harta? Duit nggak dibawa mati, cuy!
Kalau sudah berniat investasi dalam bentuk apapun itu, entah seorang pengusaha yang ingin ekspansi bisnis, seorang karyawan yang ingin investasi dengan reksadana atau ibu rumah tangga yang ingin membeli kepemilikan saham perusahaan dan logam mulia atau siapapun anda pasti sering mendengar hal tersebut. Saya sepakat bahwa uang memang tidak dibawa mati, uang juga bukan segalanya. Tapi kita juga perlu menyadari bahwa banyak aspek-aspek dalam hidup yang butuh uang, meskipun tidak semuanya. Biaya pendidikan butuh uang, biaya pengobatan, liburan semua juga membutuhkan uang. Dan semakin lama biayanya semakin mahal saja, coba list biaya-biaya diatas dari tahun ke tahun, terus naik, promo atau diskon tidak terlalu signifikan berdampak. Sementara dengan hanya menabung, uang dalam tabungan kita sudah kepayahan menyusul segala macam aspek perekonomian yang serba fluktuatif seperti misalnya nilai tukar mata uang, pajak, ekspor impor dan inflasi.

ilustrasi: pribadi
Itulah mengapa kita butuh investasi, sebagai jaminan masa depan. Jika bukan untuk kita sebagai penanam investasi, maka ingatlah bahwa ini untuk anak cucu kita nanti.

Lebih dekat dengan investasi
Ketika masa kuliah, saya mengambil keuangan sebagai mata kuliah utama. Sementara jika di jurusan saya, keuangan erat sekali kaitannya dengan investasi, saham, budget dan sebagainya. Skripsi yang saya tulis juga mengambil area pembahasan seputar investasi khususnya saham berikut dengan penghitungan rasio yang paling bisa diandalkan pada perusahaan yang terdaftar dalam bursa efek dalam sektor tertentu dalam kurun waktu lima tahun. Tapi karena setelah lulus saya bekerja di area yang jauh dari area pergerakan saham, maka banyak ingatan yang sudah cukup usang jika berhubungan dengan itu karena tidak sering di latih seperti dulu.

Tapi saya masih ingat bahwa investasi adalah hal yang penting untuk hidup kita dan memang harus disisihkan dari pendapatan tiap bulannya. Investasi itu apa sih?

Investasi adalah harta kita yang kita pergunakan untuk memperoleh nilai yang lebih tinggi dimasa mendatang. Lebih jelasnya, kita menanam modal untuk memperoleh keuntungan nanti. Investasi nggak harus saham, investasi bisa macam-macam, pembelian logam atau batu mulia yang nilainya diprediksi akan terus naik di masa depan, tanah, hunian dan bahkan gerobak untuk berjualan. Ya, itu semua adalah investasi.

Resiko dan investasi
Kebanyakan orang khawatir berinvestasi karena merasa tidak siap dengan resiko yang muncul dikemudian hari. Tapi apa sih yang nggak beresiko dalam hidup kita? Apapun pasti ada resikonya. Menabung di bank juga beresiko semisal kondisi bank sedang tidak baik dan dibekukan maka uang kita beresiko tidak bisa diambil, bekerja juga beresiko entah dari sisi kesehatan atau keuangan, bahkan jatuh cinta juga penuh resiko ya bok, resiko patah hati dan nggak direstui. Ehem!

Jadi wajar saja kalau berinvestasi juga memiliki resiko, karena dalam melakukan investasi ingatlah bahwa high risk high return. Semakin besar resikonya, hasil yang kita peroleh seiring lebih besar juga. Sama lah ya dengan resiko patah hati yang besar pasti hikmah yang bisa diambil juga besar. Ehem lagi! :p

Tapi dengan modal semboyan high risk - high return maka lantas kita berinvestasi asal, asal resikonya besar pasti modal baliknya gede juga. Jangan ya. Investasi bukan spekulasi buta, harus benar-benar mempertimbangkan banyak faktor, diitung dengan rasio dan dianalisa.

Kalau saya tahu bahwa tahun ini resiko bisnis sektor X sedang sangat rentan karena faktor nilai tukar, perekonomian dan lain sebagainya, biaya tenaga kerja dan operasional yang berpotensi bengkak sementara angka penjualan prediksinya turun maka berarti investasi di sektor bisnis ini beresiko tinggi. Jadi nggak semata dengan pedoman HIHR tersebut, saya lantas investasi besar-besaran di bidang itu. Nggak juga, tetep harus rasional, siapa pula yang mau investasi jor-joran dan kehilangan uang gitu aja? Kan mending didekem dibawah bantal ye kan..

Kalau kita pengin berinvestasi, kuatir banget dengan resiko tapi merasa bingung dengan analisanya jika ngurusin a to z sendiri maka kita bisa pakai investasi reksadana.

Investasi Reksadana
Reksadana apa sih? Sering denger tapi gak bener-bener ngeh.
Kalau mengutip dari undang-undang pasar modal maka Reksadana ini semacam pool yang digunakan untuk ngumpul-ngumpulin dana dari masyarakat yang nantinya diolah oleh manajer investasi. Nah manajer investasi ini adalah orang yang sudah berpengalaman dan lama berkecimpung dibidang investasi. Buat kita yang ogah ribet ngurusin soal investasi dan ingin memastikan kalau uang kita berada di tangan yang tepat maka penting banget untuk memilih perusahaan manajer investasi yang reliable dan trusted.

Harus banyak uang dan modal minimal jutaan untuk investasi di reksadana? Nggak kok, mulai dari 100,000 rupiah saja. Menyisihkan 100,000 rupiah dalam jangka waktu tertentu dari tabungan tentu nggak susah. Mahasiswa juga mampu kalau sejumlah ini, dengan catatan tidak tergoda promo atau diskon apapun itu. Daripada dibeliin steak sekali makan, habis kenyang ilang deh di toilet kan mending diinvestasiin buat jaminan masa depan kita, cuy.

Misalnya saya menyisihkan 100,000 per bulan selama setahun jatuhnya 1,200,000 per tahun dan 3,600,000 selama 3 tahun. Ketika reksadana saya diolah dengan bagus dan menghasilkan 10% saja per tahun, nilai investasi saya sudah sebanyak kira-kira 3,960,000 deh itu 3 tahun. 10 tahunnya 13,200,000 dengan menyisihkan 100,000 per bulannya. Keren yah dan cocok buat kita-kita yang mungkin takut untuk investasi banyak-banyak karena kuatir loss-nya juga banyak.

Investasi Reksadana online, pantau mudah via POEMS ProFunds

sumber gambar: poems.co.id

Investasi itu nggak ribet seperti yang kita pikir, harus stay depan layar dan mantengin kondisi misalnya, investasi saat ini semakin mudah saja dengan investasi online yang bisa kita bawa kemana-mana di dalam genggaman tangan. Yep, nggak cuma reuni aja yang bisa via aplikasi ponsel online layaknya Rangga dan Cinta, inventasi pun bisa. Untuk investasi online cerdas via genggaman tangan lewat layar ponsel atau tablet kita, POEMS ProFunds adalah aplikasi yang oke.

sumber gambar: poems.co.id

Kelebihannya? Banyaaak!
POEMS atau Philip's Online Electronic Mart System adalah aplikasi online yang memudahkan kita untuk bisa memonitor kerja investasi kita, bertransaksi jual-beli investasi dan sebagainya. Aplikasi ini dinaungi oleh Philip Securities Indonesia yang sudah berdiri dan terpercaya sejak oleh BEI 27 tahun lalu dan merupakan bagian dari PhilipCapital yang head officenya berada di Singapura. POEMS ini mendapatkan adalah salah satu aplikasi online trading terbaik di Asia Tenggara lho.


Berikut ini fitur pintar dari POEMS


sumber gambar: poems.co.id

POEMS ProFunds bisa kita download ke gadget dengan gratis, search saja POEMS ID di GooglePlay dan AppStore untuk mendapatkan aplikasinya. Tapi jika kita sedang tidak mobile dan lebih memilih layar laptop atau PC untuk memantau investasi online, www.poems.co.id/web.id dapat menjadi pilihan aman kita. Via POEMS kita bisa berinvestasi saham dan reksadana sekaligus dengan cepat dalam satu platform. POEMS juga aman, sehingga nggak perlu takut berinvestasi via POEMS ini. Dengan penggunaan POEMS yang user friendly kita bisa pantau reksadana dan atau saham yang kita miliki dengan mudah karena olahan data yang disajikan juga lengkap. Pakai POEMS meskipun kita sangat awam dengan hal-hal semacam ini tapi karena desainnya yang bersahabat bikin kita like a pro investor aja. Instruksi jual dan beli sambil mengamati pergerakan harga bisa, gampang aja dengan POEMS.

sumber gambar: poems.co.id

Investasi dan kepercayaan
"Jadi gimana tawaran invest via kantornya teman itu?" tanya suami kepada saya setelah obrolan panjang soal investasi, reksadana dan POEMS.
"Jangan ah," jawab saya, menanggapi cerita suami mengenai tawaran temannya untuk mengelola investasi kami. Bukan merujuk pada menolak investasi guna tujuan kebebasan finansial di masa depan lho! Tapi masalahnya investasi adalah sesuatu yang cukup rumit dan bagi saya hubungan dan kepercayaan antar teman saja tidak cukup. Jangankan hubungan pertemanan, jika tawaran investasi itu diajukan oleh anggota keluarga pun saya juga akan memutuskan hal yang sama. Sama nolaknya.

Dulu ketika saya baru lulus dari universitas, saya sering mendapatkan panggilan kerja dari perusahaan trading dan sekuritas, padahal saya tidak pernah merasa pernah melamar ke perusahaan tersebut. Mulainya saya pikir, mungkin saya lupa telah mengirimkan email lamaran kerja atau melampirkan CV berikut data pendukungnya di acara jobfair karena saking banyaknya perusahaan dan banyaknya pencari kerja. Padatnya suasana mungkin bikin saya jadi nggak fokus dan lupa perusahaan mana saja yang saya lamar. Mendapat undangan tes kerja dari perusahaan-perusahaan tersebut pun seringnya saya usahakan tapi tanpa sengaja selalu terbentur tes lanjutan dari perusahaan lain, atau kelelahan nyaris tepar. Itu diluar rencana. Sehingga saya belum pernah punya kesempatan menghadiri undangan tersebut karena tentu lebih memprioritaskan tes lanjutan daripada tes awal, juga waktu istirahat daripada saya jadi sakit karena kelelahan.

Suatu hari, seorang sahabat yang juga pencari kerja curhat pada saya mengenai rangkaian tesnya di sebuah perusahaan sekuritas. Dia bingung karena bukan berasal dari lulusan fakultas ekonomi tapi kok diundang tes dan segala macamnya oleh perusahaan sekuritas, tapi dia tetap hadir di tes awal tersebut. Setelah melalui tes wawancara dia makin bingung karena kok segitu gampangnya, tesnya cuma sedikit dan kayak langsung diterima gitu. Kantor perusahaan tersebut bagus, maka dia nggak gitu mikirin keganjilan itu. Beberapa hari menjelang tanda tangan kontrak, dia iseng saja mencari diinternet mengenai perusahaan terkait dan malah masuk forum lokal terkenal dengan bahasan yang lumayan panjang.

Ternyata bukan dia seorang diri yang mikir serupa, banyak peserta forum juga. Merasa nggak melamar tapi dipanggil untuk tes dan cepet aja hingga keputusan diterima. Kantornya bagus, begitu juga perusahaan-perusahaan sejenis umumnya berada pada tempat-tempat bagus yang mentereng. Begitu diterima kerja gaji juga masuk akal sampai kemudian sang karyawan dijebak untuk investasi dan memasarkan keunggulan perusahaan tersebut dalam investasi. Memasarkan awalnya ke keluarga tentu sasaran awalnya. Perusahaan abal-abal memanipulasi agar investasi awal itu mendapatkan return yang cukup lumayan sehingga nasabah tergoda untuk menambah jumlah uang dan investasinya, si karyawan juga makin bersemangat untuk memasarkan perusahaannya. Tinggal tunggu waktu hingga kemudian investasi yang ditambah berlipat dari sebelumnya itu dimanipulasi lagi oleh perusahaan. Investasi yang diharapkan untung justru terus menerus loss, sampai menderita kerugian tidak sedikit. Uang yang hilang dan rugi membuat karyawan stress, hubungan keluarga dan pertemanan renggang, perusahaan cuci tangan. Jika masalah semakin pesat mereka bisa mendadak tutup kemudian buka lagi di lain tempat dengan nama yang berbeda.

Ngeri kan ya? Nggak saya sangka masalahnya bisa sampai sejlimet itu.

Karena itu saya menyarankan agar suami tidak menanam investasi di tempat temannya tersebut, khawatir dengan pertimbangan kalau masalah uang ini siapa tahu semisal belakangan jadi masalah, ada kurang baik atau problem lain malah nanti jadinya akan berimbas ke hubungan pertemanan yang tentu bakal nggak enak kan? Apalagi temannya masih itungan fresh graduate. Saya lebih menyarankan untuk investasi kami, maka lebih baik mencari manajer investasi yang tepat dengan perusahaan yang berizin dan terjamin legalitasnya contohnya Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI).


Manulife Aset Manajemen Indonesia atau MAMI mungkin belum lama kita dengar tapi kita tentu sudah akrab dengan nama besar Manulife. MAMI ini adalah perusahaan manajer investasi yang perijinan dan legalitasnya trusted dengan approval dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Produk MAMI yang kita bisa beli melalui POEMS antara lain Manulife Dana Saham dan Manulife Obligasi Unggulan, sampai saat ini pertumbuhan tahun berjalannya membanggakan dan positif diatas angka 10%. Menjanjikan banget lah ya sebagai partner investasi reksadana ini. Berdirinya sudah lama, pengalamannya bejibun.

Saatnya mewujudkan impian kami dan kamu, eh jangan celingak-celinguk ya kamu yang sedang membaca posting ini. Yuk #WujudkanImpianmu dengan investasi reksadana online via POEMS ;)


referensi: poems.co.id, brosur POEMS, situs Manulife

5 comments:

  1. Ahaaaii kece an dikau nih postingannya. Good luck kakak ^^

    ReplyDelete
  2. Aku pengennya punya rumah kedua buat dikontrakin klo investasi, atau bikin kos kosan, tempatnya deket kampus, pesti laku keraz

    ReplyDelete
  3. POEMS memang memudahkan investor pemula untuk memarkirkan dananya di pasar saham ya, Mba, tetapi memang Manajemen Investasi yang mengelolanya juga harus bisa dipercaya. Salam kenal! :)

    ReplyDelete
  4. Suka ilustrasinya.. Lucu. Ulasannya jg komplit banget :)

    ReplyDelete
  5. Reksadana ini jadi bahan perdebatanku sama suami akhir-akhir ini.. aku pengen reksadana, dia udah suudzon tapi gak mau melajari apa itu reksadana, syebeell.. padahal yg mau dipake uangku pribadi -___-

    Good luck ya mbak.. :D

    ReplyDelete