November 12, 2017

REVIEW: FOTONA DYNAMIC STAR LASER TREATMENT DAN FACIAL DI ESTHER HOUSE OF BEAUTY


Kapan terakhir kali facial?
Saking lamanya saya sampai udah nggak inget lagi deh. Saya sebenernya sih suka facial, karena masalah utama muka saya lebih ke komedo, selain itu nggak terlalu. Sementara meskipun udah pakai skincare tetap aja komedo kadang ada yang bandel banget terus bertahan dimuka, baru mau ilang setelah kena facial. Makanya facial tetep penting juga.

Emang komedoan ngaruh?
Ngaruh dong, kalau kita lagi nggak pake bedak orang bisa lihat komedo kita. Kalau pas pakai bedak, jatuhnya kurang bisa merata aja karena area hidung yang berminyak - ini untuk kasus make up harian ya bukan yang berat buat kondangan gitu.

Yang bikin saya lama banget nggak facial adalah karena terlalu sibuk kerja, belum nemu klinik kecantikan yang customernya cuma cewek doang dan nggak ada temannya buat bareng treatment. Gitu juga pas di Surabaya. Makanya waktu ada cabang baru Esther House of Beauty yang buka nggak jauh dari rumah di kawasan Citraland Surabaya Barat dan Mbak Inge ngajakin kesana buat facial, saya langsung semangat.


Rada susah nyari lokasi klinik kecantikan ini karena terletak di area perumahan dan bangunannya nggak beda sama rumah disekitarnya, untung aja ada papan nama Esther House of Beauty yang mudah dilihat jadi orang bisa langsung ngeh kalau ini klinik kecantikan bukannya rumah pribadi.

Sekitar setengah 10 saya tiba di Esther House of Beauty, karena ada treatment terbaru dengan alat yang canggih banget namanya treatment Fotona dynamic star laser. Hari itu ada presentasi dan demo dari dokter kecantikan in charge, dr. Mahda.

Dalam presentasinya, dr. Mahda banyak buka wawasan kami soal kulit dan pentingnya menjaga kesehatan dan kecantikan kulit. Seneng banget karena ini penting buat kita-kita yang utamanya udah di penghujung usia 20an keatas ini dan tentu aja mulai menemukan masalah-masalah kulit yang sebelumnya justru nggak pernah muncul.



Semakin nambah usia, biasanya semakin nambah juga kesadaran kita bahwa kita juga harus merawat kulit kita agar selalu terjaga kondisi dan kesehatannya. Seperti yang kita tahu, kulit mengalami penurunan kondisi seiring waktu, baik dari segi kecukupan nutrisi, elastisitas, kelembaban dan sebagainya sehingga kita juga perlu turun tangan untuk merawatnya.

Memang seperti bagian dari tubuh kita yang lain, kulit juga secara alami dapat meregenerasi diri sendiri, menjaga elastisitas dan kelembaban melalui nutrisi yang didapatnya dari tubuh kita dan sebagainya. Namun yang harus kita tahu, proses regenerasi kulit ini sangat cepat ketika kita masih sangat muda dan semakin tua usia kita maka semakin lambat juga waktu yang diperlukan kulit untuk meregenerasi diri. Nggak heran kalau anak kecil yang misalnya habis terkena goresan atau luka, atau kulitnya terbakar matahari waktu panas-panasan akan kembali ke kondisi normal dalam waktu yang singkat. Ini akan berbeda jika kita yang panas-panasan tanpa sunblock, bakalan butuh waktu cukup lama dan bantuan treatment kecantikan untuk memulihkan kondisi kulit seperti semula.

Elastisitas kulit yang sudah berbeda juga bisa menyebabkan pipi kita yang awalnya terlihat chubby saat tersenyum bisa turun hingga ke jawline karena jaringan-jaringan kulit yang mengalami penurunan kondisi seiring bertambahnya usia dalam proses aging. Aging umumnya terjadi mulai usia 35 tahun ke atas, namun tidak semua proses aging terjadi dalam waktu yang bersamaan. Per individu bisa beda, bisa lebih cepat dan bisa juga lebih lambat.

Itu baru faktor tubuh kita secara alami, belum faktor eksternal dan internal seperti kesibukan, stress, polusi, gaya hidup tidak sehat dan lainnya yang membuat kulit semakin cepat memperlambat kinerjanya dalam regenerasi kulit. Saat ini terus menerus terjadi maka tanpa sadar tahu-tahu saja kulit kita mulai mengeriput karena terjadinya penuaan dini. Noooo!

Sebagai wanita kita memiliki ketakutan yang sama kok, takut menjadi tua. Keriput muncul tidak terkendali dan garis-garis senyum menjadi lebih dalam dan tegas. Bukan berarti melawan kodrat lho karena apapun yang kita lakukan tentu saja nggk bisa menghentikan waktu dan selama waktu berjalan, ya demikian juga dengan proses penuaan kita.

Maka yah paling tidak kita bisa menua dengan bahagia dan dengan kondisi fisik yang masih cantik. Nggak heran produk-produk anti aging dan perawatan anti aging tuh booming banget di pasaran dan selalu banyak peminatnya, gitu juga treatment-treatment kecantikan yang memperlambat penuaan seperti Fotona yang dilakukan dengan alat laser terbaru dan tercanggih saat ini. Selain hasil yang lebih baik dari laser generasi sebelumnya, laser untuk Fotona tidak memerlukan anastesi karena tidak menimbulkan rasa sakit pada kulit yang diaplikasikan.


Saya penasaran, secanggih apa sih alat ini? Meskipun sudah lihat foto-foto before-after tetap aja rada sulit dipercaya kalau nggak ngelihat sendiri langsung. Saat demo, loyal customer dari Esther Beauty yang mencoba langsung Fotona dan ditangani oleh dr. Mahda sendiri. Untuk customer lain yang berada di lobi dan ruang tunggu, dr. Mahda mempersilakan untuk melihat prosesnya secara langsung dan dari dekat jika kami penasaran dengan detailnya.

Penasaran juga kan?
Berikut ini foto-foto yang saya ambil saat proses treatment. Treatment dikerjakan pada bagian wajah sebelah kanan customer terlebih dahulu agar perbedaannya dapat lebih jelas terlihat dan dirasakan oleh customer tersebut.


Sebelum memulai treatment, rambut customer dirapikan dan dipasang bandana agar rambutnya tidak terjatuh pada wajah sehingga mengganggu proses treatment. Kalau kita perhatikan ada lapisan kulit yang berlebih di area rahang dikarenakan lemak dibawah kulit wajah yang posisinya turun hingga ke daerah rahang sehingga menyebabkan kulit wajah dibagian situ seperti menggelambir.


Kemudian customer dipasang kacamata seperti dibawah ini agar bisa nyaman memejamkan mata dan terlindung dari laser selama proses treatment.


Treatment pun dimulai.
Selain tidak memerlukan anastesi dan customer tidak merasakan sakit, Fotona sangat aman untuk masuk ke area dalam mulut dan melakukan treatment dari dalam. Proses ini agar treatment dapat dimaksimalkan baik dari dalam dan dari luar. 



Setelah beberapa waktu dan masih ditengah-tengah treatment, saya kagum sendiri sama hasilnya. Entah kelihatan atau nggak ya di foto ini cuma memang sepenglihatan saya jelas banget lemak disisi rahang yang tadinya turun dari garis rahang jadi menghilang dan kulit sekitarnya juga mengencang di bagian wajah yang sedang dilakukan treatment.


Usai treatment, customer bangun sehingga kami bisa mengamati lebih lanjut. Jika dilihat dari depan untuk sekali treatment hasil dari depan kurang terlihat jelas, namun jika diperhatikan lebih dekat kulit bagian kanan wajah mengencang dan lebih segar. Hasil drastisnya saya lihat jelas ketika customer berbaring sih karena lapisan lemak dan kulit yang merosot ke jawline langsung menghilang setelah beberapa menit. Hebat langsung terlihat hasilnya loh! Customer sendiri mengaku tidak merasakan sakit sama sekali.


Saya sempat nanya-nanya sih harga untuk treatment Fotona ini, untuk sekali treatment kurang lebih 3 juta dan 16 juta untuk paket treatment selama beberapa kali tergantung kebutuhan dari customer terkait. Harga yang saya sebutkan harga sebelum diskon ya.


Treatment kemudian akan dilanjutkan di wajah sebelah kiri, namun kami nggak menyaksikan untuk bagian ini karena sudah saatnya giliran facial kami tiba. Yayy!

Di ruang facial kami diberi kemben tipis gitu untuk ganti. Beneran cuma kemben tipis yang cuma nutupin sampek perut gitu. Saya kira yang tipe kimono buat dipakai sampai lutut. Untungnya inget kalau pakai celana kain selain pakai gamis juga, jadi aman. Buat kamu yang pengin facial kesini mendingan pakai bawahan yang terpisah ya jadi lebih ketutup dan nggak kedinginan pas facial.

Begitu udah tiduran, mbaknya langsung mengolesi muka saya dengan cleansing dan membersihkan makeup yang menempel di muka saya dan mulai memijat. Sorry ini ngambil gambarnya agak susah karena harus narik selimut jadi kerudung dadakan :v

setelah cleansing milk dioleskan untuk mengangkat make up di wajah
Setelah itu muka mulai pelan-pelan dipijet, pundak lengan dan dada bagian atas juga dipijit. Enak banget, kebiasaan saya tiap kali treatment di salon entah spa, facial atau creambath bawaannya meremin mata menikmati proses treatment. Nggak main-main hape dan baca majalah karena menurut saya jadi menyia-nyiakan enaknya dipijit aja gitu :p

Habis beberapa saat dipijit, mulai deh bagian menyakitkannya. Ketika mbaknya mencari titik-titik sumber masalah di kulit muka saya untuk diangkat seperti komedo dan bekas bruntusan kecil. Ini beneran super menyakitkan prosesnya, saya nggak bisa nggak kesakitan sampek mata berkaca-kaca.

Mbaknya heran dan nanya apa ini facial saya yang pertama?
Jujur ini bukan facial saya yang pertama kok, tapi bukan berarti dengan sudah pernah facial sebelumnya lantas saya jadi terbiasa sama sakitnya. Dari skala 1-10 ini level sakitnya sih 9,5 kalau menurut saya. Padahal muka saya nggak terlalu bermasalah lho. Sepanjang pengalaman facial saya, ini facial yang paling menyakitkan.

Mbak yang menangani saya padahal sudah memberi aba-aba setiap mau mengambil komedo bandel di wajah saya, termasuk yang black head itu. Saya cuma bisa ngiyain sambil merem-merem nahan sakit dengan mata burem karena berkaca-kaca ketika proses facial hampir selesai dan mbaknya menunjukkan komedo serta kotoran lain yang sudah berhasil diangkat dari muka saya. Kemudian dia membersihkan kembali kulit wajah saya dan mempersiapkan masker untuk saya.

Setelah masker dioles merata pada kulit, tangan saya masih gemeter dong akibat kulit muka yang rasanya trauma karena sakit habis treatment apalagi kulit saya ini termasuk sensitif jadi nggak heran kalau warnanya udah berubah jadi kepiting rebus. Masker yang dioles ademnya langsung kerasa di kulit muka jadi rileks banget, semacam pengobat dari proses facial yang sebelumnya.

Ketika proses masker kelar dan sisa-sisa masker dibersihkan, eh mbaknya udah langsung ngolesin cream yang ternyata sunblock. Duh padahal saya udah bawa sunblock sendiri karena selain nggak nyangka bakalan diolesin sunblock langsung setelah facial selesai juga karena saya udah telanjur cocok sama tekstur sunblock yang udah saya pakai beberapa bulan terakhir ini.

Nah akhirnya selesai juga proses facialnya, saya sempet ngaca sebentar dan langsung suka banget sama hasilnya. 

Kesan:
Jadi komedo saya beneran bersih dari yang item-item sampai ke yang nggak kelihatan tapi bikin hidung berminyak, bekas-bekas bruntusan dan tone kulit jadi kelihatan lebih merata karena muka juga lebih bersih.

Ini hasil facial paling bersih yang pernah saya cobain ya. Memang paling bikin nangis dan sakit tapi juga paling bersih. Pengalaman facial sebelumnya baik di salon kecantikan atau klinik kecantikan meskipun hasilnya bersih tapi nggak sebersih ini. Komedo banyak keangkat, tapi yang item-item nggak keangkat dan masih ganggu penampilan kulit saya sih pas saya cek lebih detail di cermin dalam keadaan bareface pasca facial. Padahal tahu kan, komedo item itu yang paling gengges di muka. Saya pikir emang kalau item nggak mungkin ilang dengan facial biasa aja, mungkin kudu treatment apa gitu yang lumayan pricey.

Eh gak nyangka banget akhirnya bisa ilang semua hanya dengan facial biasa di Esther House of Beauty! :)) Ih mendadak langsung lupa sakitnya proses pengambilan si item-item deh. 
Saya langsung jatuh cinta dan bakalan mampir lagi kesini kalau butuh facial lagi. Bisa bersih banget kinclong gitu ya muka... takjub lho.

Efek samping facial buat saya:
Muka merah-merah, terutama daerah hidung rasanya lumayan rada kayak bengkak gitu pas baru kelar. Mata jadi sembab dan muka kayak orang habis galau sambil nangis-nangis nggak jelas akibat nahan sakit selama facial. Literally beauty is pain :')
pas baru banget kelar prosesi facial bareng Mbak Inge, bareface pakai sunblock doang
seriusan rasanya muka udah bengkak semua terutama idung dan mata
Kondisi muka saya 5 jam setelah facial: 
Hidung bagian bawah merah on point, difoto ini mungkin nggak kelihatan jelas banget tapi kalau diperhatikan atau fotonya digedein area kulit di hidung bawah dan sekitarnya beda dengan warna kulit bagian wajah yang lain. Rada susah nyari angle yang pas biar kelihatan jelas karena pengaruh cahaya.

Jadi kayak lagi pilek dan mata tetep aja kelihatan mau nangis.
Mungkin karena sensitif jadi bekasnya lama ilang :(
Kulit muka saya baru 100 persen kembali ke warna asal pas keesokan harinya. Lega sih.
Jadi nggak kapok dan bakalan balik lagi? Yess banget! :D
Gakpapalah nahan sakit dikit yang penting muka jadi bersih sesuai ekspektasi.

penting banget ya ngedongak-dongak gitu, sis? :v

Saya juga nyobain skin carenya Esther House of Beauty lho, berupa facial foam dan body butter. Reviewnya nanti setelah pakai agak lama ya biar bisa ngerasain efek pemakaiannya dengan lebih baik.

Buat kamu yang pengin nyobain facial yang bersih dan bikin muka kinclong kayak saya atau pengin nyoba treatment kecantikan lain di Esther House of Beauty, detail alamatnya ada flyer berikut ini ya:


2 comments:

  1. Beauty is pain but seems like every women willing to do that in order to get the beauty wkwkwkwk.

    Tapi buat aku beauty is ribet sih xD rasanya maless banget pake apapun. Tapi tau banget bakal nyesel kalau ngga di rawat. Willy nilly deh.

    Pingin facial kak, tapi kok takut jadi bolong2 gituloh mukanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. pilih tempat facial yang bagus, kalau bisa klinik kecantikan bukan salon biasa ya...mungkin zahrah belum gitu kerasa karena kulit masih lagi bagus-bagusnya, nanti kalau nambah umur pasti kerasa banget bedanya kok.
      jadi sebelum nyesel mending mulai rajin dirawat :)

      Delete